Questra World Official



WD AGAM dalam bentuk BITCOIN ke Acc. Triv

WD AGAM dalam bentuk BITCOIN ke Acc. Triv - info update dari group WA AGAM, sukses mendarat WD 96 EURO dalam bentuk bitcoin ke acc. triv

WD 1042 Euro langsung masuk REK
sistem transfer antar member


Bukti WD AGAM
,

Pendiri Paypal: Bitcoin Telah Diremehkan

Pendiri Paypal: Bitcoin Telah Diremehkan -Miliader pemodal ventura dan pendiri PayPal, Peter Thiel, telah menjadi pendukung lama Bitcoin. Pada saat acara Inisiatif Investasi Masa Depan yang diadakan di Riyadh, Arab Saudi, Thiel sekali lagi mengulangi potensi Bitcoin yang banyak diremehkan orang lain.


Tidak Seperti PayPal
Peter Thiel telah lama menjadi salah satu pendukung awal Bitcoin. Pada awal tahun 2013 lalu, ia menyatakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mengubah dunia. Sebagai salah satu pejabat tertinggi di perusahaan pembayaran ternama Paypal, ia mempunyai kemampuan untuk mengenali kredibilitas Bitcoin dalam merevolusi ruang moneter. Dia telah lama berpandangan bahwa kedaulatan moneter masih terbatas oleh waktu, sehingga masa depan, keuangan terletak pada mata uang kripto yang dienkripsi dengan baik. Bahkan dalam sebuah pidato di University of Chicago's Booth School Of Business, dia menyatakan, "tidak seperti PayPal, Bitcoin telah benar-benar berhasil menciptakan mata uang".

Peter Thiel percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi emas digital dan mengambil posisi sebagai mata uang cadangan. Dia membandingkan banyak fitur Bitcoin dengan emas, seperti persediaannya yang terbatas dan hanya bisa didapatkan dengan cara ditambang.


Peter sangat antusias pada Bitcoin dan yakin bahwa suatu saat Bitcoin bisa menjadi cadangan mata uang seperti emas. Jika nantinya Bitcoin bisa setara dengan emas dunia, maka potensi yang akan didapatkan dari Bitcoin juga lebih besar.

Sumber : www.seputarforex.com
,

Cara Mata Uang Kripto Mempertahankan Nilainya

Cara Mata Uang Kripto Mempertahankan Nilainya - Bukan hal baru lagi bahwa hampir seluruh Cryptocurrency (Mata Uang Kripto) sudah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Dalam kurun waktu 1 tahun ini saja beberapa Cryptocurrency paling populer sudah mencetak rekor pertumbuhan baru. Harga Bitcoin (BTC) naik sebesar 350%, harga Ethereum (ETH) naik sebesar 3,900%, dan harga Ripple (XRP) naik sebesar 2,500%. Pertumbuhan pesat tersebut menandakan bahwa pergeseran penggunaan mata uang tunai kepada mata uang kripto benar-benar akan terjadi.


Saat Cryptocurrency diperdagangkan di pasar, berbagai kekuatan mendorong harga untuk naik dan turun. Kekuatan tersebut biasa disebut dengan Supply (Penawaran) dan Demand (Permintaan). Semakin tinggi permintaan dari penawaran yang ada, harga akan menjadi lebih mahal (naik); begitu juga sebaliknya.
Harga sebuah Cryptocurrency merupakan cerminan nilainya. Semakin bermanfaat, maka semakin tinggi permintaan akan koin itu. Permintaan itulah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga mata uang kripto bergerak naik.

Namun, faktor internal bukan satu-satunya yang bisa mempengaruhi harga mata uang kripto. Tekanan spekulatif yang dilakukan oleh pedagang merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga koin, terlepas dari kegunaan dan manfaat sebenarnya.

Bagaimana Mata Uang Kripto Mempertahankan Nilainya

Seringkali, tekanan pada saat pedagang (spekulator) menjual Cryptocurrency akan menyebabkan penawaran lebih besar dan harga akan turun. Dalam kasus tersebut, pengembang di balik Cryptocurrency mungkin menggunakan segudang trik mereka untuk mempengaruhi sentimen pasar agar harga tidak turun. Ada beberapa trik yang biasa digunakan pengembang dalam mempertahankan nilai Cryptocurrency-nya, yaitu :

Dukungan Media & Dukungan Publik
Liputan pers, berita, wawancara, atau pengumuman kemitraan yang seakan-akan membuat Cryptocurrency tampak lebih sukses, memiliki efek positif yang akan melambungkan harganya.
Banyak hal yang bisa digunakan untuk trik ini, seperti penambahan fitur baru, kode yang lebih aman, bahkan program hadiah (bonus) yang pada intinya menunjukkan Cryptocurrency tersebut masih hidup dan berkembang. Di sinilah dukungan media digunakan untuk memastikan arus berita yang terus berlanjut mengenai mata uang kripto mereka.
Biasanya, efek yang ditimbulkan dari berita positif akan menghasilkan kenaikan harga yang cukup besar.


Member (pengguna) yang loyal adalah aset yang berharga bagi setiap bisnis, termasuk Cryptocurrency. Biasanya para pengembang akan membuat forum-forum internasional untuk menarik para member baru yang akan menjadi benteng dan penunjang pertumbuhan mereka.
Cara lain adalah mereka akan bermitra dengan seseorang yang sudah dipercaya oleh publik untuk memberikan umpan balik tentang fakta bahwa Cryptocurrency adalah tempat investasi yang ideal. Umumnya orang-orang akan lebih mudah percaya kepada Public Figure tersebut. Terlepas fakta itu benar atau hanya sebuah penipuan.

Tujuan penggunaan trik ini adalah untuk memicu Efek Bola Salju, yaitu semakin banyak orang berinvestasi, orang lain kemungkinan akan ikut-ikut dalam trend tersebut. Biasanya orang umum hanya "Follow The Crowd" atau hanya mengikuti jumlah pendukung yang paling banyak. Cara ini telah digunakan pada salah satu Initial Coin Offering (ICO) yang baru-baru ini dilaksanakan dan terlihat sangat berhasil, sehingga dana yang terkumpul dari ICO mencapai lebih dari $150 Miliar. Efek tersebut berlanjut pada kenaikan harga yang pesat dipicu oleh permintaan besar yang terjadi secara bersamaan.

Simulasi Perdagangan
Agar Cryptocurrency bisa tetap hidup dan tumbuh, dibutuhkan likuiditas yang cukup dari pasar. Jika aktifitas transaksi pedagang dipasar tidak mencukupi, para pengembang bisa saja menggunakan trik kotor, yaitu Bot (Robot) Perdagangan.

Bot ini bisa secara otomatis melakukan perdagangan di pasar, sesuai dengan instruksi yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan terus menerus menggerakkan harga, sedikit demi sedikit kapitalisasi yang besar mungkin dapat diperoleh. Biasanya, Bot ini digunakan oleh para pengembang Crytocurrency yang masih baru diciptakan, untuk memberikan efek hidup pada mata uang kripto tersebut.

Berita Palsu (Fake News)
Banyak berita palsu tentang Cryptocurrency yang bertujuan untuk mengalihkan sentimen pasar sesuai dengan maksud pihak pencipta berita tersebut. Salah satunya terjadi pada minggu awal bulan Oktober lalu. Beredar berita bahwa Amazon.com, salah satu perusahaan marketing online terbesar di dunia akan menerima Bitcoin sebagai salah satu opsi pembayarannya.


Bitcoin Fake News Effect
Berita tersebut sempat membuat sentimen pasar langsung menjadi bullish dan pembelian (permintaan) akan Bitcoin pun bertambah banyak. Secara otomatis membuat harga menjadi naik (lebih mahal). Bisa kita lihat pada gambar di atas bahwa pada awal bulan Oktober, dari tanggal 4 sampai tanggal 10 Oktober, market langsung menjadi bullish tanpa perlawanan sedikitpun.

Pergerakan market yang bullish beberapa hari itu bertepatan dengan rumor Amazon menerima Bitcoin sebagai alat pembayarannya. Para spekulator pasti berpikir bahwa jika perusahaan sebesar Amazon saja menerima mata uang kripto, pasti prospek mata uang tersebut sangat baik dan akan bertahan pada jangka panjang. Sentimen pasar berubah menjadi bullish, permintaan menjadi lebih besar, dan memberikan efek kenaikan harga selama beberapa hari, dari harga $4,150.00 sampai $4,875 hanya dalam enam hari.

Aliansi Dengan Perusahaan Terkemuka di Dunia
Hal terakhir yang bisa dan mampu menjadi pertahanan terkuat nilai mata uang kripto adalah pembentukan aliansi (bentuk kerjasama) dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia. Hal ini dimaksudkan agar publik tetap menaruh kepercayaan besar pada teknologi dasar mata uang kripto, yaitu blockchain, sistem terdesentralisasi yang bisa diaplikasikan untuk berbagai macam kegiatan transaksi dengan segudang manfaat.
Contoh aliansi yang sudah terbentuk adalah Aliansi Enterprise Ethereum (Enterprise Ethereum Alliance/EEA), yang dirilis pada akhir bulan Februari 2017. EEA didirikan oleh 30 perusahaan anggota pendiri dengan tujuan untuk mengembangkan solusi blockchain untuk kelas Enterprise (Skala Besar/Perusahaan).

Kita bisa melihat member yang sudah tergabung dalam EEA melalui situs Enthetalliance. Dari sana kita bisa melihat perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang ikut bergabung seperti Microsoft, JP Morgan, Samsung, INTEL, dan masih banyak lainnya.

Aliansi ini hampir bisa memastikan masa depan teknologi blockchain dan Ethereum (ETH), serta mata uang kripto lainnya tidak akan diperdagangkan lagi pada harga yang terlalu rendah seperti pada saat awal dirilis. Karena Crowd (masyarakat banyak) selalu menganggap bahwa perusahaan besar seperti Microsoft tidak pernah melakukan kesalahan pengambilan keputusan, yang dalam hal ini merupakan pengambilan keputusan bergabung pada EEA dan mengadopsi teknologi blockchain.

Pada saat EEA pertama kali dibentuk, harga Ethereum (ETH) masih berkisar pada harga $13-$15 per 1 ETH. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya yang bergabung dengan EEA, harga Ethereum mulai naik dengan stabil. Bahkan pada tanggal 1 September 2017, Ethereum (ETH) mampu mencapai harga tertingginya sepanjang masa, yaitu $396 per 1 ETH. Jika kita kalkulasikan pertumbuhan Ethereum (ETH) dari bulan Februari sampai dengan September (7 bulan), harga Ethereum (ETH) sudah naik lebih dari 2,600%.

Sampai sekarang, Ethereum (ETH) tidak pernah diperdagangkan lagi di bawah angka $200. Hal ini menunjukkan bahwa efek aliansi dengan perusahaan terkemuka di dunia memang memberikan dampak yang besar, paling tidak harga Ethereum (ETH) tidak akan kembali di perdagangkan pada harga mendekati nol (0).

Tidak sampai di situ saja, Aliansi dalam pengembangan teknologi blockchain ini juga ikut memastikan keberlangsungan hidup pada sebagian besar mata uang kripto yang menggunakan teknologi dasar penciptaan memakai blockchain, seperti Bitcoin, Ripple, Litecoin, Dogecoin dan lain-lain.

Sumber : www.seputarforex.com


,

Ripple (XRP) Cryptocurrency

Ripple (XRP) Cryptocurrency - Ripple (XRP) adalah cryptocurrency yang dirilis pada tahun 2012 muncul dengan sistem yang sangat berbeda dengan Bitcoin. Ripple sebenarnya sejenis internet protocol, sebagaimana HTTP dan TCP/IP yang digunakan untuk mengatur websites dan data, namun didesain khusus untuk mengirim dan menerima pembayaran. Tidak hanya berfungsi sebagai e-currency, Ripple juga memiliki fungsi sebagai exchanger terhadap currency dan e-currency lain serta payment gateway. XRP ini bisa ditradingkan untuk mencari profit karena harganya naik turun seperti halnya cryptocurrency yang lainnya.


Ripple Labs telah menciptakan banyak minat dalam teknologi blockchain dengan Interledger Protocol (ILP), termasuk Apple dan Google, menurut International Business Times. Google Ventures dan IDG Capital Partners berbasis di Cina adalah kedua kelompok investor yang memberi dananya pada OpenCoin, perusahaan di balik Ripple, protokol yang menggunakan pembayaran open-source. Google Ventures menggambarkan dirinya sebagai "Ventur yang memberikan modal secara berbeda".

Kelebihan lain dari Ripple adalah:

  • Citi, visa, dan nasdaq sudah menggunakan sistem Ripple ini
  • XRP tidak dapat dimining sehingga tidak terpengaruh oleh 51% attack
  • Sistemnya yang dapat mengendalikan/menangani 1,000 transaksi perdetik dalam waktu 24/7
  • Sistem Ripple cepat sehingga dapat menyelesaikan transaksi hanya dalam 4 detik saja
  • Ripple memiliki kestabilan yang teruji dalam kurun waktu lima tahun ke belakang 
  • Saat ini, ada 75 bank dan jasa pembayaran yang aktif dalam sistem Ripple, dan perusahaan tersebut bekerja sama dengan 90 bank tambahan di seluruh dunia, termasuk Standard Chartered Bank, Westpac, Banco Santander, National Australia Bank, and BBVA
,

Etherium Cryptocurrency

Etherium Cryptocurrency - Proyek Etherium dikerjakan oleh lembaga Etherium Foundation yang berlokasi di Swiss. Etherium pertama kali dibuat oleh Vitalik Buterin, Seorang programmer dan sekaligus penulis. Buterin adalah seorang keturunan Rusia. Dia  besar di Canada, namun sekarang ia tinggal di Swiss. Buterin tertarik dengan bitcoin pada tahun 2011.  Ia bekerja sebagai penulis di Bitcoin Magazine.


Tahun 2014 Etherium meluncurkan pre-sale dengan distribusi Etherium saat pre-sale adalah 60 juta Ether untuk para contributor. 12 juta digunakan untuk pengembangan yang sebagian besar digunakan oleh Etherium Foundation. 5 Ether tercipta setiap 15 – 17 detik untuk para miner. 2-3 Ether diberikan kepada miner yang bisa menyelesaikan solusi dari puzzle pada mining. Etherium  secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juli 2015.

Pengertian Dasar Ethereum
Ethereum adalah platform bahasa pemrograman untuk menyimpan aset uang kripto dengan nilai satuan Ether (ETH). Ethereum mengadopsi sistem Blockchain yang digunakan mata uang kripto pada umumnya seperti Bitcoin. Blockchain diciptakan pada tahun 2009 bersamaan dengan penciptaan Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto, di mana revolusi internet dimulai dengan kode unik yang tak bisa dirubah (kekal). Blockchain merupakan Buku Besar digital yang terdesentralisasi yang terus mencatat seluruh transaksi (block) yang dilakukan dari awal teknologi itu dibuat.
Ethereum diciptakan dengan tujuan menciptakan platform di mana Smart Contracts dapat dijalankan. Smart Contracts adalah kontrak self-executing yang ditulis dalam baris kode dimana kesepakatan yang ada dalam kontrak bisa dilaksanakan secara otomatis. Smart Contracts memungkinkan pembayaran secara instan tanpa delay, tanpa hambatan, dan tanpa pihak ketiga (perantara) yang dilakukan pada jaringan terdesentralisasi.

Ethereum Virtual Machine (EVM)
Vitalik Buterin menciptakan teknologi Ethereum berbeda dari mata uang kripto seniornya, Bitcoin. Teknologi Ethereum merupakan terknologi Open Source, artinya bisa dikembangkan oleh pihak manapun di dunia ini. Selain itu, Ethereum mempunyai EVM (Ethereum Virtual Machine) yang memungkinkan developer dalam mengembangkan dan meluncurkan berbagai aplikasi yang terintegrasi pada jaringan Ethereum sebagai fasilitator transaksinya.

EVM merupakan teknologi jaringan baru yang beroperasi pada jaringan terdesentralisasi yang aman dan transparan. Semua Node pada jaringan akan mempunyai informasi yang sama. Berbeda dengan jaringan berbasis server pada topologi tertentu, yang sangat rentan terhadap serangan pada server (Central Node) dan akan berpengaruh pada seluruh jaringan client.

Perbedaan Ethereum Dan Bitcoin
Memang pada dasarnya, penciptaannya Ethereum hampir mirip dengan Bitcoin, yaitu sama-sama mata uang kripto terdesentralisasi menggunakan jaringan peer-to-peer (individu-ke-individu), yang diciptakan dengan cara penambangan. Di Indonesia, perdagangan Ethereum juga telah banyak dilakukan, khususnya di bursa Bitcoin Indonesia.
Namun, ada beberapa hal mendasar yang membedakan Ethereum dengan Bitcoin, antara lain :

Penciptaan Blok
Ethereum memiliki kecepatan rata-rata penciptaan 1 blok dalam 12 detik, sedangkan Bitcoin memiliki kecepatan rata-rata 1 blok dalam 10 menit. Dengan kata lain, Ethereum lebih cepat dibanding Bitcoin.

Fee Transaksi
Ethereum memiliki Fee yang berbeda-beda tergantung daya komputasi masing-masing, sedangkan Bitcoin memiliki Fee yang tetap.

Coding
Ethereum menggunakan Turing Complete Code yang memungkinkan pengiriman script dengan "loop" yang tidak terbatas, sedangkan Bitcoin tidak memiliki script tersebut.

Tujuan Utama
Ethereum memiliki tujuan sebagai penghilang batas transaksi antar platform, yang memungkinan transaksi Cross-Chain dapat dilakukan. Di sisi lain, Bitcoin hanya bisa bertransaksi dengan pengguna Bitcoin lain.

UNICEF Investasi Buat Jaringan Mata Uang Kripto

UNICEF Investasi Buat Jaringan Mata Uang Kripto - Terungkap dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CoinDesk, United Nations Children's Fund (UNICEF), program PBB yang ditugaskan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak di seluruh dunia, mengatakan bahwa mereka akan mencoba mengeksplorasi prosedur pembuatan Cryptocurrency (mata uang kripto)-nya sendiri, setelah mengeksplorasi penggunaan smart contracts pada Ethereum.


Agar Leluasa Menggalang Dana
UNICEF memang membuat pernyataan yang mengejutkan. Namun, hal tersebut sesuai dengan tujuan UNICEF yang ingin membantu anak-anak di seluruh dunia pada bidang kemanusiaan, pendidikan dan kesejahteraan. Tujuan UNICEF tersebut hanya bisa diwujudkan jika tidak ada lagi halangan proses pendanaan seperti yang terjadi pada transaksi konvensional sekarang. Oleh karena itu, Badan PBB tersebut telah merintis upaya untuk memanfaatkan teknologi Blockchain yang baru lahir, untuk kemudian diterapkan pada penyaluran dana di seluruh dunia.

Wakil Ketua UNICEF Ventures, Chris Fabian, mengatakan bahwa, organisasi bantuan kemanusiaan dan anak-anak terbuka untuk mengikuti perkembangan Blockchain. Fabian yang sebelumnya menjadi penasehat senior untuk inovasi kantor eksekutif PBB mengatakan kepada CoinDesk, "Kami senang banyak pihak yang membantu merancang token (koin) untuk UNICEF, dengan begitu kemudahan penggalangan dana dan penyaluran bantuan ke seluruh dunia akan segera terealisasi."

>> Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin 

Investasi Di Startup Blockchain
Pada bulan November lalu, UNICEF sudah mulai membangun jaringan Startup Blockchain untuk diinvestasikan. Mereka telah menginvestasikan dana sebesar $99.000 kepada TrustLab yang berbasis di Afrika Selatan. TrustLab merupakan lembaga yang bertugas mengembangkan teknologi sosial menggunakan Blockchain.

Saat ini, investasi UNICEF masih terbatas pada $100.000, meskipun menyatakan telah menghimpun dana lebih dari $12.6 juta, berasal dari Pemerintah Denmark, Finlandia, dan konglomerat seperti Disney.

Menurut Fabian, UNICEF sekarang sudah berada pada tahap akhir dalam penyempurnaan teknologi Startup Blockchain. Ke depan, mereka berharap bisa meningkatkan batas maksimal dana yang diinvestasikan mencapai lebih dari $1 Juta.

Sumber : www.seputarforex.com

Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin

Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin - Sebagian besar trader dan investor tradisional hanya bisa bermimpi untuk menghasilkan keuntungan 100% dari modal mereka dalam kurun waktu tujuh tahun. Namun berbeda halnya bagi pemegang Cryptocurrency (mata uang kripto) jangka panjang. Keuntungan 100% tidak hanya menjadi mimpi belaka, seperti yang didapatkan oleh Julian Assange, tokoh kontroversial dibalik berdirinya organisasi non-profit, WikiLeaks.

Pendiri Wikileaks Dapat Return 50.000% Dari Bitcoin
Dalam sebuah posting di Twitter, Julian Assange mengungkapkan bahwa dia telah mendapatkan ROI (Return of Investment) sebesar 50,000% dari investasinya di Bitcoin. Hal ini disebabkan karena pemblokiran sistem pembayaran via perbankan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, telah memaksa Organisasi Non-Pemerintah tersebut menerima sumbangan dan berinvestasi menggunakan Bitcoin sejak tahun 2010 lalu. Di sisi lain, kurs Bitcoin terus menerus meningkat.

Dia menyebutkan bahwa Visa, MasterCard, Paypal, American Express, dan Moneybookers ikut terlibat dalam "blokade" pendanaan untuk WikiLeaks. "Blokade Perbankan Ilegal" tersebut juga didukung oleh beberapa politikus dalam struktur pemerintahan AS, seperti Senator McCain dan Senator Lieberman.

My deepest thanks to the US government, Senator McCain and Senator Lieberman for pushing Visa, MasterCard, Payal, AmEx, Mooneybookers, et al, into erecting an illegal banking blockade against @WikiLeaks starting in 2010. It caused us to invest in Bitcoin -- with > 50000% return. pic.twitter.com/9i8D69yxLC

— Julian Assange 🔹 (@JulianAssange) October 14, 2017

Julian Assange menulis di akun twitternya, "Terima kasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan kepada Pemerintah Amerika Serikat, Senator McCain dan Senator Lieberman karena mendorong Visa, Mastercard, Paypal, American Express (AmEx), Moneybookers dll, dalam mendirikan "Blokade Perbankan Ilegal" melawan WikiLeaks mulai tahun 2010. Hal ini menyebabkan kami berinvestasi pada Bitcoin – dengan keuntungan lebih dari 50,000%."

>> UNICEF Investasi Buat Jaringan Mata Uang Kripto Sendiri

Selain keuntungan yang luar biasa selama periode waktu tertentu, berita ini juga menunjukkan kepada orang-orang tentang salah satu fungsi paling penting Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Meskipun Pemerintah A.S. memiliki otoritas dan kekuatan yang luar biasa pada institusi keuangan di seluruh dunia, tetap saja pemerintah A.S tidak bisa menghentikan pendukung WikiLeaks dalam menggalang dana melalui Bitcoin, serta mendapatkan keuntungan yang sangat besar melalui investasi mata uang kripto tersebut. Kejadian ini menjadi pukulan telak kepada otoritas negara, sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada satupun organisasi, perbankan, bahkan institusi pemerintahan yang bisa mengontrol nilai Cryptocurrency (mata uang kripto) tersebut.

Sumber : www.seputarforex.com

What's Trending?